A. KYUSU' DALAM SHALAT
Allah ﷻ banyak memuji orang yang khusyu' dalam sholatnya seperti dalam QS. Al-Mu'minun [23]:1-2 dan QS. Al-Anbiya[21]:9. Ulama berbeda pendapat mengenai hukum khusyu'. Jumhur ulama berpendapat bahwa kyusu' hukumnya anjuran dan tidak wajib. Orang yang tidak khuyu' shalatnya tetap sah hanya saja tidak ada pahalanya (HR. Abu Dawud:769)
Ust. Ammi Nur Baits menjelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan agar khusu' dalam sholat diantaranya:
Fokus memikirkan gerakan shalat, Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk melakukan shalat sebagaimana yang beliau contohkan (HR. Bukhari:631). Banyak ragam sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ seperti ketika takbir beliau terkadang mengangkat tangan tinggi pundak (HR. Bukhari:735) dan terkadang setinggi telinga (HR. Nasai:1024). Ust. Ammi Nur Baits menganjurkan untuk mengamalkan sunah yang beralam sebagai bentuk usaha untuk khusyu' dalam shalat. Mengamalkan sunnah yang beragam juga akan menghindarkan kita dari terjadinya gerakan otomatis ketika shalat karena kebiasaan, sehingga kita bisa lebih aware dengan gerakan shalat kita.
Fokus memikirkan bacaan kalimat dalam shalat, merenungkan setiap bacaan yang dilantunkan dalam shalat seperti memahami makna takbiratul ihram, memahami makna doa iftitah, dst.
Kyusu yang tercela adalah kyusu' nifaq atau khuyu' gaya munafik. kyusu' yang dibuat-buat, dipaksaka sementara hatinya tidak khusyu'.
B. SHALATNYA ORANG MUNAFIK
Allah ﷻ menerangkan bahwa orang munafik juga shalat seperti dalam QS. An-Nisa[4]:142 dan QS. At-Taubah[9]:54. Al Qur'an juga menjelaskan bahwa orang munafik itu kafir dan berada di keraknya neraka sesuai dengan QS. An-Nisa[4]:145. Ust. Ammi Nur Baits merangkum ciri-ciri shalatnya orang munafik sebagai berikut:
Malas-malasan dan tidak serius
Suka menunda waktu hingga dikerjakan di akhir waktu tanpa udzur
Sangat cepat, rukuk-sujudny a seperti gerakan mematuk
Sangat tidak khusyuk, sehingga tidak ingat Allah dalam dalam shalatnya
Melalaikan gerakan rukun maupun wajib shalat
Suka pamer untuk mencari pengakuan agar tetap dianggap muslim
C. CURANG DALAM SHALAT
Ust. Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa curang tidak hanya terjadi dalam urusan muamalah, tapi juga ada dalam urusan ibadah. Beberapa tindakan curang (tathfif) dalam shalat diantaranya:
Mengurangi kadar rukun, tidak melakukan rukun shalat dengan sempurna
Tidak thumakninah dalam mengerjakan rukun
Lelaki tidak shalat berjamaah di masjid tanpa udzur
D. SHALAT TANPA MAKNA
Sebelum khamr diharamkan, para sahabat minum khamr sampai mabuk dan masih dalam hilang pengaruh mabuknya sampai waktu shalat. Menyebabkan mereka melakukan shalat dalam kondisi tidak sadar, sehingga Allah melarang mereka dan turun QS. An-Nisa[4]:43. Ust. Ammi Nur Baits mengutip nasihat para ulama yang bisa berguna untuk generasi sekarang "Betapa banyak orang yang shalat dalam kondisi tidak minum khamr, namun ketika dia shalat, dia tidak paham apa yang dia baca. Mereka dibuat mabuk oleh dunia dan segala obsesinya"
A. TAKBIRATUL IHRAM
Ada 3 cara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram yang dicontohkah oleh Rasulullah ﷺ, diantaranya:
Mengangkat tangan bersamaan dengan membaca takbir (HR. Bukhari:738)
mengangkat tangan sebelum membaca takbir (HR. Muslim:390)
Mengangkat tangan setelah membaca takbir (HR. Muslim:391)
Ulama sepakat bahwa takbiratul ihram harus dilafalkan. Untuk imam, dilafalkan dengan keras, sedangkan untuk makmum, dilafalkan dengan pelan
B. MENGANKAT TANGAN KETIKA TAKBIR
Rasulullah ﷺ mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, rukuk, i'tidal dan bangkit dari tasyahud awal. Ada 2 cara rasulullah mengangkat tangan ketika takbir
Mengangkat kedua tangan setinggi pundak (HR. Bukhari:735)
Mengangkat tangan setinggi daun telinga (HR. Nasai:1024)
Menurut jumhur ulama hukum membaca do'a iftitah adalah sunah. Anjuran untuk membaca do'a iftital salah satunya adalah HR. Bukhari:744. Ada beberapa ragam do'a iftitah yg diajarkan rasulullah, antara lain
A. DO'A PERTAMA
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
ALLOHUMMA BAA’ID BAYNII WA BAYNA KHOTHOYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAYNAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLOHUMMA NAQQINII MIN KHOTHOYAAYA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLOHUMMAGH-SILNII MIN KHOTHOYAAYA BIL MAA-I WATS TSALJI WAL BAROD
Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun (HR. Bukhari:744)
Dalam doa ini kita meminta 3 hal, yakni dijauhkan dari dosa di masa mendatang, dibersihkan dari dosa saat ini dan dicuci dari dosa di masa silam.
B. DO'A KEDUA
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
SUBHAANAKALLOHUMMA WA BI HAMDIKA WA TABAAROKASMUKA WA TA’AALAAJADDUKA WA LAA ILAHA GHOIRUK
Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau (HR. Abu Daud:776)
Ketika shalat malam, Rasulullah ﷺ membaca do'a iftitah diatas dengan tambahan Laa-ilaaha-illallaah (3 kali) Allaahu akbar kabii-raa (3kali) (HR. Abu Daud:775)
C. DO'A KETIGA
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ
ALLOHU AKBAR KABIIRO, ALLOHU AKBAR KABIIRO, ALLOHU AKBAR KABIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WALHAMDULILLAHI KATSIIRO, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILAA, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILAA, WA SUBHANALLAHI BUKROTAW WASHIILA A’UDZU BILLAHI MINASY SYAITHOONI MIN NAFKHIHI, WA NAFTSHIHI, WA HAMZIH
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan (HR. Abu Daud:764)
D. DO'A KEEMPAT
Lorem ipsum
E. DO'A KELIMA
Lorem ipsum
F. DO'A KEENAM
Lorem Ipsum
A. TA'AWUDZ
Lorem ipsum
B. BASMALAH
Lorem Ipsum
C. AL-FATIHAH
Ketika kita sedang membaca surat Al-Fatihah, kita sebenernya sedang berdialog dengan Allah SWT seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah dalam (HR. Muslim:395)
Alhamdulillahi robbil ‘alamin
(segala puji hanya milik Allah)
Hamba-Ku telah memuji-Ku
Ar rahmanir rahiim
(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Hamba-Ku telah menyanjung-Ku
Maaliki yaumiddiin
(Yang Menguasai hari pembalasan)
Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in
(hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)
Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta
Ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin
(tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat)
Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta
Menurut penjelasan Ust. Khalid Basalamah, orang yang dimurkai, adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran, tapi tidak diamalkan; contohnya adalah orang-orang Yahudi. Mereka tahu tanda-tanda kenabian ada dalam Rasulullah, tapi mereka tidak mau mengimani karena Rasulullah bukan dari golongan mereka (Bani Israil). Sedangkan orang yang sesat adalah orang beribadah tanpa ilmu, contohnya seperti orang-orang nasrani yang mengubah isi kitab mereka
D. AMIN
Lorem Ipsum
-----
Main Reference
Ammi Nur Baits, Tafsir Shalat (Muamalah Publishing, 2019)
Supporting Reference
Al Qur'an: quran.com
Hadits: sunnah.com