Ayat-ayat berikut merupakan penjelasan detail terkait perang badar yang dijelaskan oleh Ust. Khalid Basalamah dalam salah satu kajian beliau yang membahas Kitab Riyadhus Shalihin
كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًۭا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَـٰرِهُونَ (٥)
Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya (QS. Al-Anfal [8]:5)
sebelum terjadi perang badar, ada sebagian orang-orang beriman tidak berharap keluar mengejar kafilah ()
يُجَـٰدِلُونَكَ فِى ٱلْحَقِّ بَعْدَ مَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى ٱلْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ (٦)
mereka membantahmu (Muhammad) tentang kebenaran setelah nyata (bahwa mereka pasti menang), seakan-akan mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab kematian itu) (QS. Al-Anfal [8]:6)
ketika tiba di wilayah badar, ada pilihan untuk mengejar kafilah abu sofyan atau menghadapi pasukan mekah (pasukan dengan 1.000 pasukan yang dipimpin oleh --). sahabat cenderung untuk mengejar kafilah karena kafilah kecil. sahabat mencoba berdiskusi lebih tepatnya, tentang kebenaran itu (Allah sudah menjanjikan kemenangan) baik menghadang kafilah atau menghadapi pasukan
ini perang pertama dalam Islam, kalau menghadapi 1000 pasukan mereka melihat jelas kematian tapi kalau menghadapi kafilah bisa mati bisa engga. sahabat belum luar biasa imannya untuk mengejar mati syahid.
وَإِذْ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحْدَى ٱلطَّآئِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ ٱلشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَـٰتِهِۦ وَيَقْطَعَ دَابِرَ ٱلْكَـٰفِرِينَ (٧)
Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu. Tetapi Allah hendak membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir sampai ke akar-akarnya (QS. Al-Anfal [8]:7)
2 golongan (kafilah dan pasukan), para sahabat berharap untuk menghadapi kafilah saja (tidak mempunyai kekuatan senjatalah untukmu) tapi Allah mau terjadi perang dengan pasukan. karena apabila pasukan qurais yang kalah tidak hanya kafilah yand didapatkan, mekah juga, orang kafir jadi takut dan islam menyebar
لِيُحِقَّ ٱلْحَقَّ وَيُبْطِلَ ٱلْبَـٰطِلَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ (٨)
agar Allah memperkuat yang hak (Islam) dan menghilangkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya (QS. Al-Anfal [8]:8)
self explanatory / tidak ada penjelasan lebih lanjut
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَٱسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُم بِأَلْفٍۢ مِّنَ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ مُرْدِفِينَ (٩)
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, "Sungguh, aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut." (QS. Al-Anfal [8]:9)
self explanatory / tidak ada penjelasan lebih lanjut
وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (١٠)
Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS. Al-Anfal [8]:10)
self explanatory / tidak ada penjelasan lebih lanjut
إِذْ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةًۭ مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ ٱلشَّيْطَـٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلْأَقْدَامَ (١١)
(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian). (QS. Al-Anfal [8]:11)
semua pasukan muslim sehari sebelum perang mengantuk dengan hujan gerimis membuat tanah menjadi lembut
daerah padang pasir akan lebih ringan langkah kakiknya apabila dibasahin sedikit, akan berat apabila kering atau terlalu banyak air. sedangkan di tempat orang kafir turun hujan lebat membuat mereka tidak bisa tidur dan becek dan langkah kakinya berat
إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ أَنِّى مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ سَأُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ فَٱضْرِبُوا۟ فَوْقَ ٱلْأَعْنَاقِ وَٱضْرِبُوا۟ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍۢ (١٢)
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka. (QS. Al-Anfal [8]:12)
perbedaan korban sahabar dengan korban malaikat, orang kafir yang bekas sabetan pedang dileher ada api atau ada hangusnya dan tiap ujung jarinya terpotong itu dari malaikat
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَمَن يُشَاقِقِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ (١٣)
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. Al-Anfal [8]:13)
ini alasan kenapa mereka (orang-orang kafir qurais) harus diperangi
ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ (١٤)
Demikianlah (hukuman dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang kafir itu ada (lagi) azab neraka. (QS. Al-Anfal [8]:14)
self explanatory / tidak ada penjelasan lebih lanjut
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ زَحْفًۭا فَلَا تُوَلُّوهُمُ ٱلْأَدْبَارَ (١٥)
Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). (QS. Al-Anfal [8]:15)
sifat pengecut dan penakut merupakan dosa besar dalam Islam sesuai dalil ayat diatas
وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍۢ دُبُرَهُۥٓ إِلَّا مُتَحَرِّفًۭا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍۢ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍۢ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأْوَىٰهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ (١٦)
Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruknya tempat kembali. (QS. Al-Anfal [8]:16)
ini ancaman untuk orang-orang yang lari dalam medan perang. berbelok untuk siasat perang salah satu contohnya adalah ketika khalid bin walid di salah satu peperangan (perang muktah) pasukan muslimin terlihat akan kalah. jumlah pasukan muslim sekitar 3.000 orang melawan romari 250.000. salah satu strategi khalid bin walid adalah pasukan dipagi per 100 orang. tiap 100 orang disuruh keluar jauh dari kancah peperangan dan mengambil pelapah kurma. setiap pegang 1 dan ditarik dipadang pasir sehingga 100 orang yg datang debunya banyak. dari jauh musuh lihat pasukan banyak. 100 group A datang group B pergi dst. sehingga musuh melihat pasukan muslim bantuan datang terus padahal hanya dari 3.000 pasukan yang dibagi-bagi
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِىَ ٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَآءً حَسَنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌۭ (١٧)
Maka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. Al-Anfal [8]:17)
tugas manusia sebenernya hanyalah ikhtiar dan tawakal selebihnya Allah yang mengelola. seperti campur tangan Allah yang sangat besar dalam perang badar
ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ ٱلْكَـٰفِرِينَ (١٨)
Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sungguh, Allah melemahkan tipu daya orang-orang kafir. (QS. Al-Anfal [8]:18)
self explanatory / tidak ada penjelasan lebih lanjut
إِن تَسْتَفْتِحُوا۟ فَقَدْ جَآءَكُمُ ٱلْفَتْحُ ۖ وَإِن تَنتَهُوا۟ فَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَعُودُوا۟ نَعُدْ وَلَن تُغْنِىَ عَنكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْـًۭٔا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ (١٩)
Jika kamu meminta keputusan, maka sesungguhnya keputusan telah datang kepadamu; dan jika kamu berhenti (memusuhi rasul), maka itulah yang lebih baik bagimu; dan jika kamu kembali, niscaya Kami kembali (memberi pertolongan); dan pasukanmu tidak akan dapat menolak sesuatu bahaya sedikit pun darimu, biarpun jumlahnya (pasukan) banyak. Sungguh, Allah beserta orang-orang beriman. (QS. Al-Anfal [8]:19)
self explanatory / tidak ada penjelasan lebih lanjut
-----
Main Reference
Supporting Reference
Al Qur'an: quran.com