Beberapa poin keunikan surat Ar-Rahman
Ketiadaan Nama "Allah": Di seluruh surah ini, kata jalalah "Allah" tidak muncul satu kali pun. Sebagai gantinya, Allah menggunakan nama Ar-Rahman dan sebutan Rabb (muncul 37 kali).
Istilah Unik bagi Penentang (Disbeliever): Surah ini tidak menggunakan kata Kafirun atau Mushrikun. Satu-satunya label yang digunakan adalah Mujrimun (para kriminal). Ini memperkuat tema tentang kemitraan gelap yang akan kita bahas nanti.
Kosakata "Sekali Seumur Hidup": Terdapat kata-kata yang hanya muncul di surah ini dan tidak ada di tempat lain dalam seluruh Al-Qur'an, seperti Maraj (pertemuan dua laut), Al-Munsya'at (kapal-kapal yang menjulang), dan kata Dhal Jalali wal Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan) sebagai atribut yang eksklusif di sini.
Tanpa Hukum Moral & Kisah Nabi: Dalam surat ini kita tidak akan menemukan perintah shalat, zakat, atau kisah kehancuran kaum terdahulu (kaum 'Ad atau Tsamud) yang biasanya mendominasi surah Makkiyah.
----- -----
ٱلرَّحْمَـٰنُ (١)
(Allah) Yang Maha Pengasih (QS. Ar-Rahman [55]:1)
Rahman berasal dari kata rahm (رحم) yang memiliki makna:
rahim (رحم): Merujuk kepada rahim atau perut ibu. Ini melambangkan cinta (love) dan kepedulian (care) yang Allah berikan bersifat terus-menerus serta tanpa syarat, di mana seorang ibu rela berkorban, menahan sakit, dan memberikan segalanya untuk sang anak tanpa mengharapkan balasan. Dalam hubungan manusia, kita bisa mencintai tanpa adanya kepedulian ataupun sebaliknya. Dalam konteks rahim, baik cinta dan kepedulian Allah berada pada titik puncaknya (contohnya seperti perhatian Allah yang senantiasa mengatur jutaan neuron dalam tubuh kita).
rahim alsaqa' (رحم السقاء): Istilah ini merujuk pada kantong air yang terbuat dari kulit di zaman dahulu, yang diisi air hingga sangat penuh sampai airnya merembes atau bocor keluar. Ini menggambarkan bahwa cinta dan kepedulian Allah begitu besar hingga meluap dan memancar keluar kepada hamba-hamba-Nya, tidak sekadar tertahan di dalam
Kata Rahman memiliki wazan (pola) fa‘lan, yang termasuk bentuk yang mengandung sifat mubalaghah (makna yang sangat intens)
Ekstrem: Mewakili cinta dan kepedulian yang sangat luar biasa
Terjadi Saat Ini: Menunjukkan bahwa Allah sedang aktif memberikan kasih sayang tersebut pada saat ini juga, bukan sekadar potensi
Sementara: Kasih sayang yang ekstrem ini bersifat sementara dan berlalu, yang membawa peringatan bahwa seseorang dapat mendiskualifikasi dirinya dari rahmat Allah di dunia ini jika tidak berhati-hati
----- -----
عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ (٢)
Yang telah mengajarkan Al-Qur`an. (QS. Ar-Rahman [55]:2)
Ada perbedaan antara kata a'lama dan allama.
A'lama berarti menginformasikan. Sesuatu yang bisa terjadi dalam sekejap, seperti mengirim pesan singkat atau SMS yang langsung terkirim.
Allama berarti mengajarkan (Allah memilih menggunakan kata ini). Mengajar adalah sebuah proses yg melibatkan kesabaran, pengulangan, dan pengasuhan.
Allah memposisikan diri-Nya sebagai Guru (Mu'allim). Layaknya seorang petani yang merawat tunas kecil dalam perumpamaan Surah Al-Fath, Allah tidak sekadar "melemparkan" ayat untuk mengoreksi kita. Dia menyirami jiwa kita, mencabut gulma keraguan dalam hati, dan menunggu dengan sabar hingga kita tumbuh kuat (inilah kenapa ada beberapa pengulangan ayat dengan makna yang sama dalam Al Qur'an). Dalam proses belajar ini, Allah tahu kita akan lupa, kita akan melakukan kesalahan, atau kita akan tertinggal. Namun, sebagai Guru yang Maha Pengasih, Dia adalah sosok yang: "Tidak akan menyerah pada Anda (not going to give up on you)."
__________
Main Reference
Supporting Reference
Al Qur'an: quran.com